Geometri Peninggalan Mesir Kuno

Alasnya segi empat, mempunyai empat sisi segi tiga sama kaki yang menyambung di ujungnya satu sama lain, di dalamnya kosong,  apa coba?

 Bajigur? Bukan, Daleman cowok! Ngaco, Awewe? Hus!, salah semua! Yang dimaksud adalah piramid, sebuah bangunan geometri yang terdapat di mesir, dibangun oleh para penguasa setempat pada zaman dinasti firaun. Diturunkan dari sebuah kata Yunani, Pyr berasal dari kata Pyro yang berarti api dan amid berasal dari kata yunani mesos yang berarti “di tengah–tengah”. Secara harfiah piramida dapat diartikan sebagai “api di tengah-tengah”.

Bangunan yang merupakan salah satu keajaiban dunia ini banyak mengundang kekaguman sekaligus tanya, bagaimana orang zaman dahulu dapat membuat bangunan geometri yang mempunyai keakuratan matematik yang jitu. Namun, terdapat fakta yang mengundang misteri selain akurasi pembuatan di atas.

Piramid yang dibuat oleh para khufu (Raja-raja mesir-red) tersebut ternyata berfungsi juga sebagai pengawet mayat. Jenazah para firaun setelah melalui proses pembalsaman akan disimpan di dalam bangunan tersebut, dengan maksud agar raja tersebut abadi. Dengan kata lain, materi apa pun yang disimpan di dalam sebuah piramid akan mempunyai daya tahan hidup yang lebih lama dibanding sebuah materi yang disimpan di tempat biasa, mengapa? Menurut beberapa percobaan yang dilakukan, terdapat fakta bahwa piramid merupakan bentuk geometri yang sebenarnya berfungsi menyerap energi bumi dan difokuskan oleh ruang kosong yang terdapat dalam ruangan tersebut menuju puncak bangunan.

“Sebuah pisau cukur” dalam bukunya, Leo F Ludzia, “Yang disimpan di ujung piramida tersebut selama beberapa hari akan menjadi lebih tajam.” Jelasnya. Adalah sebuah hal yang mencengangkan bagaimana orang-orang zaman dahulu mempunyai teknologi canggih seperti itu, dari mana pengetahuan itu didapat, adalah hal yang memancing pertanyaan. Spekulasi pun terjadi, ada yang menduga teknologi tersebut didapat atas interaksi manusia bumi dengan manusia yang menghuni planet selain bumi. Mereka datang dengan alat transpotaasi super canggih, yang mempunyai teknologi mengatasi jarak dan waktu, dikenal dengan Unidentified Flying Object (UFO)

Penelitian yang dilakukan Bovis seorang berkebangsaan prancis yang keranjingan radiesthesia (Mempelajari radiasi energi tak tampak-red) menjelaskan bahwa bentuk atau ruangan kosong di dalamnyalah yang menyebabkan fenomena energi tersebut terjadi. Apabila anda sekalian merasa tertantang untuk membuktikan hal di atas, buatlah sebuah piramid mirip aslinya dengan ukuran yang dikondisikan, buatlah bangunan tersebut dari bahan apa saja, kayu triplek, kardus bahkan batu alam, yang jelas piramida tersebut harus mempunyai ruang kosong di dalamnya.

Setelah jadi, simpanlah piramida tersebut di atas lantai atau tanah(Bersentuhan dengan bumi-red) langkah selanjutnya letakan tangan Anda di ujung piramid tersebut, lalu rasakankah sensasi yang terjadi untuk beberapa saat maka jangan heran jika tangan anda akan segera dialiri suatu aliran energi lembut yang membanjiri aura tubuh anda sehingga semakin membesar, tebal dan terang. jika anda seorang jomlo jangan heran tiba-tiba di jalan seseorang mengejak Anda berkenalan, benda yang Anda buat tersebutkah?  J

Leave a Reply