Superhero

December 19, 2007

Merupakan hal yang lumrah, waktu kita kecil orangtua sering bertanya, “kalo kamu udah gede ingin jadi apa?” Tentu saja jawaban kita beragam, ada yang menyebutkan dokter, tentara, guru dan lain sebagainya. Begitupun diriku, “aku ingin jadi robot” kilasku sekenanya. Aku sama sekali tak tertarik jadi dokter atau yang lain, bagiku, menjadi robot sudah cukup keren—seperti yang selalu kutonton di video (Gogle V, Gaban, Sharifan dll). Intinya, aku ingin menjadi robot karena robot itu hebat, dia selalu bisa menyelamatkan orang-orang.

Menginjak masa SD, imajinasiku selalu bergerak ke arah-arah yang heroik, aku selalu membayangkan diriku menjadi seorang pahlawan. Makna heroik kala itu dalam bayanganku adalah ‘menyelamatkan para gadis dari para penjahat’. Setelah dewasa, tentu saja bayangan-bayangn itu mulai meluntur. Imaji dan cita-citaku tidak lagi menjadi robot atau menyelamatkan para gadis. Pun begitu, aku selalu setia pada cita-citaku, yaitu, menjadi superhero. Hal yang muskil dalam nalar manusia yang menginjak dewasa untukku menjadi robot. Kini, jiwa superhero itu berubah ke arah yang lebih logis dan manusiawi. Aku masih ingin menjadi superhero, namun dengan pengejewantahan yang berbeda.

 Cita-citaku hanya satu, menjadi superheo. Titik! 

Pekerjaanku sekarang menjadi editor di sebuah publishing service di Bandung. Namun, bagiku itu hanyalah peran.. ya, peran-peran kecil yang aku mainkan, agar dapat meraih bintang cita-citaku yang kugantungkan tinggi di langit malam. Mudah-mudahan tak lama lagi waktu itu akan tiba. Aku ingin membantu banyak orang, menghapuskan penderitaan dan kesedihan mereka. Aku akan bantu dengan apa yang bisa aku lakukan: pikiran, tenaga, harta, pengetahuan, dan persahabatan.

Tenang kawan, aku punya rencana….

Baik, sedikit kuceritakan. Aku akan membuat sebuah lembaga, mungkin kuberi nama Superhero Foundation. Di awal berdiri, nanti akan terbagi menjadi 3 divisi, yaitu: pendidikan, usaha serta lingkungan.

Divisi usaha bertujuan mengumpulkan dana dari berbagai sumber, di mana dana tersebut akan dikelola untuk disalurkan ke arah yang produktif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di dalamnya termasuk pemberian pinjaman bagi masyarakat untuk berwirausaha, serta pelatihan-pelatihan yang memberikan muatan semangat entrepreneurship. Kamu bisa bayangin, pendapatan rata-rata masyarakat kita, jauh di atas normal bung! Hebatnya, orang-orang kita masih bisa bertahan hidup, sakti nian! Aku berpendapat, negara ini tidak akan benar, akan banyak kriminalitas terjadi dan kebodohan jika seandainya kesejahteraan orang-orang kita belum mencukupi. Kalo masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan lebih baik ganti saja presidennya! Kalo perlu nggak perlu sok jadi orang Indonesia-indonesiaan, kalo menjadi warganegara lain lebih menyejahterakan dan memberikan kebahagiaan hidup, kenapa tidak! Peduli apa dengan nasionalisme, memangnya nasionalisme itu bisa mengenyangkan perut masyarakat kita?

Sialnya, ulah mereka-mereka yang menghalalkan segala cara untuk kenyamanan hidup mereka, berimbas kepada kita, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah. Para koruptor, kapitalis sejati, bertanggungjawab terhadap meningkatnya kriminalitas, anak putus sekolah, biaya pengobatan yang mahal. Kamu sepakat denganku, kawan?

Selanjutnya, divisi pendidikan. Beberapa hal yang akan dilakukan dalam divisi ini di antaranya pembangunan sekolah gratis berkualitas bagi mereka-mereka yang ingin sekolah namun tidak mempunyai diaya yang memadai. Bahkan, tidak hanya pendidikan secara formal, pendidikan nonformal pun semacam kelas-kelas khusus yang menyangkut berbagai bidang, forum diskusi, klub, seminar dan kampanya termasuk di dalamnya. Intinya, divisi ini ditujukan untuk mengembangkan potensi masyarakat kita, Anda setuju kan?

Apakah kamu punya rasa dan persepsi yang sama denganku akan lingkungan? Ya, hatiku miris jika alam tempat tinggal kita menjadi rusak, akibat tangan manusia yang tidak bertanggungjawab. Karennya, di Superhero Foundation (SF) sengaja divisi lingkungan ini didirikan. Akan ada kampanye, dan berbagai forum diskusi agar Bandung, bahkan kota-kota lainnnya tetap asri, terjaga kekayaan hayatinya. Amin.

Ada dua lembaga lagi yang belum dapat kuceritakan, bahkan mungkin tidak. Ini sangat rahasia (rahasia kok dibilang-bilang J). Yang satu kuberi nama The Labs, but sorry, aku ga bisa cerita apa-apa tentang ini, dan satu lagi sebuah lembaga yang sangat rahasia, pokoknya rahasia.. titik!

Ih, kok main rahasia-rahasiaan sih, biarin! Ya udah, aku certain satu rahasia deh..tapi, mohon jangn disebarluaskan dulu ya.. oke yaitu kalo aku tuh ganteng dan menawan. That’s all folks!  


Kesendirian yang kunikmati…

December 16, 2007

Mmmh

Hingga hari ini, masih ‘dia’ yang ada di pikiranku. Pun begitu, aku tetap membuka diri untuk semua hal-hal baru, kehidupan baru dan seseorang yang baru. Ada beberapa perempuan yang dekat. Namun, entah kenapa, perasaanku belum juga terbuka. Apa karena mereka tidak sesuai dengan kriteriaku?

‘D’ baik, dia seringkali memerhatikanku. Dia juga punya attitude yang cukup baik. Seorang wanita, pegawai pada salah satu bank swasta terkemuka. Yang aku suka dari dia, dia bisa menghargai orang lain, selain dia juga bisa bergaul dengan berbagai macam lapisan, termasuk kalangan bawah. Namun, hatiku pun belum luluh jua. Telepon demi telepon, SMS per SMS yang dia kirimkan, kadang kubalas kubalas sambil lalu. Ada lagi perempuan lain yang hingga kini belum sempat aku temui memang. Bukan karena apa, tapi maklum, dengan kerjaanku sekarang, nampaknya cukup membatasi ruang gerakku di sisi-sisi lain kehidupanku. Sorry buat ‘kamu’ yang belum sempet ketemu. Maybe, someday kita bisa ketemu, dan berbagi remah-remah hidup.

Jarang bagiku untuk menelepon mereka, jika aku menelepon, itu pun karena aku menghargai mereka. Sulit memang memaksakan diri untuk memiliki perasaan khusus terhadap ‘D’ atau ‘A’, bahkan mungkin perempuan lain yang akan kutemui. Sengaja kubatasi interaksiku dengan mereka, aku takut terlalu jauh dan melambungkan angan mereka, padahal mungkin akhirnya justru  kecewa yang mungkin mereka dapatkan. Maafkan.. sekali lagi,maaf. Thx buat apapun yang kalian beri..

Ada beberapa hal yang menghentikanku untuk mencari someone new. Selain mungkin ‘selalu ada dia’ yang sekarang udah nggak di Indonesia. Mungkin.. ya, aku bilang mungkin, yang menyebabkan aku sedikit ‘hare’ untuk mencari someone new, karena alasan aku sedang memokuskan diri dalam 1-2 tahun ini mencapai goals tertentu. Sorry, sebaiknya aku ga cerita dulu kali ini, next time maybe

So, hari-hariku… aku nikmatin dengan kesendirian, sunyi yang aku nikmatin… seperti mimpi-mimpiku yang sering mendatangiku. Sendiri adalah pilihanku untuk saat ini, meski aku pun tidak menutup diri.. jika aku menemukan seorang yang bisa membuat hari-hariku menjadi penuh warna, ya, seperti saat bersamamu.. dulu.