October 1, 2007

 

Menelusuri Jejak Alien

Oleh Isa Jatinegara

 

Dan diantara tanda kekuasaan-Nya Ialah yang menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk melata yang disebarkan diantara keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya bila Dia menghendaki. (QS, Asy-Syura : 29).

Adalah makhluk berakal yang diciptakan tuhan, untuk beribadah tunduk kepadanya, rata-rata dari mereka mempunyai kepala lebih besar dari menusia biasa, dengan kapasitas otak 1800cc, sedang manusia bumi hanya sampai 1300 cc. Mereka terdiri dari ras yang berbeda, ada jenis yang mirip dengan kita seperti Askeet, alien wanita yang berasal dari gugus bintang pleiades, ada yang mirip-mirip tokoh rekaan di film startrek, dan yang paling populer dikenal awam adalah jenis Grey, dengan ciri; kepala botak, bentuk oval, mata hitam yang besar, kulit berwarna putih agak abu-abu atau kekuningan.

Protagon no 90, Tulisan itu terpatri di depan sebuah hunian Dago atas, rumah yang asri, dengan gaya arsitektur yang khas. Adalah Dedi Suardi pemilik rumah tersebut. Seorang pelukis yang sempat dianggap gila karena berseloroh soal Unidentified Flying Object(UFO). Tak lain kedatangan kami pun malam itu merupakan rangkaian penelusuran kami memburu informasi menyoal UFO.

Pria kelahiran Bandung, 63 tahun silam, yang menjadi dosen di Sekolah Tinggi Seni Indonesia(STSI) ini mengaku, sering melihat piring terbang di kawasan Ciburial-Dago atas, “Para tetangga kompleks disana pun banyak yang melihat, bahkan pengalamannya lebih hebat dari saya,” tuturnya. Mengapa wahana luar angkasa itu sering terlihat di kawasan ini? Dedi menjawab, selain karena daerahnya yang terbuka, juga mungkin karena mereka menyedot air resapan tanah, yang konon merupakan bahan bakar pesawat mereka. Namun siapakah mereka? untuk apa mereka datang ke bumi ini, Dago?

Menurut data yang terdokumentasikan, mereka datang sebetulnya untuk meneliti manusia, alam dan aktivitasnya, seperti kejadian di Amerika, Penyanyi country Johny Sand, berbincang dengan bahasa antar pikiran(Telepati) melalui sebuah bola penerjemah sebesar bola basket, yang terletak diantara mereka, “What are you doing?” tanya mereka, namun tak sedikitpun terlihat mulutnya bergerak, “Suaranya dalam, bagaikan orang menelepon dari jarak jauh,” ujar Johny., ketika mobil yang ditumpanginya dicegat oleh dua makhluk asing. Mereka memberitahukan bahwa ledakan nuklir akan mempengaruhi rotasi bumi, sehingga terjadilah instabilitas (Ketidakstabilan) alam.

Banyak orang yang menyangsikan keberadaan mereka, termasuk kaum ulama dan ilmiawan sendiri, tak sedikit dokumen yang disembunyikan dari publik, termasuk dokumen-dokumen yang dimiliki NASA, namun beberapa bukti yang ditemukan cukup banyak yang berhasil dipublikasikan, termasuk dokumentasi olahan yang dikemas dalam VCD oleh Dedi.

Dalam VCD-nya, di perlihatkan sejumlah film asli, autopsi pembedahan alien jenis grey yang mengalami kecelakaan di Roswell, sejumlah foto piring terbang, termasuk yang melintas di kota Bandung, hingga dokumentasi astronot bulan pertama, Neil Amstrong, yang membidik sejumlah piring terbang beserta Mother Ship (Kapal induk), yang sedang melakukan aktivitasnya di bulan.

Majalah TEMPO dalam rubrik “Selingan”nya, pernah membahas makhluk dengan intelejensia tinggi tersebut, dengan judul, “Menanti Suara Dari Bima Sakti”. Pada edisi 12 Januari 1991 tersebut, dikisahkan pula tentang kemunculan UFO di Indonesia, termasuk foto piring terbang yang muncul di atas kapal laut yang melintas di ladang minyak laut jawa.

Sanggar Luhur-Dago atas, pertengahan tahun 1979. “Pada waktu itu tengah malam, datang pesawat aneh, bentuknya seperti cakram bercahaya, menyilaukan. Saya takut! mau lari pada saat itu. Tiba-tiba datang dua robot, makhluk kecil-kecil (Alien-Red), saya di bawa kedalam tangga cahaya yang menyedot kedalam pesawat. Saya kira saya bermimpi!, setelah berada di atas pesawat, tiba-tiba! ada makhluk tinggi sekali, kepalanya botak, jubah dan kulitnya putih, memandang saya, saya takut sekali!, lalu saya diperiksa di sebuah ranjang, setelahnya, saya tidak ingat apa yang terjadi, sadar-sadar sudah berada di tempat dimana saya diculik pertama kali, dan bekas kaki mereka, sempat saya abadikan dengan gips,” Tutur almarhum Sudjana Kerton, seniman lukis yang mempunyai reputasi internasional, seperti penuturannya kepada Dedi Suardi.

 


Anthology 2

October 1, 2007

 

NYANYIAN GADIS STEPHANI

 

Goresan

 

 

 

Nyanyikan, nyanyikan Stephani! biarkan menetes air matamu

nyanyikan Stephani! jangan malu untuk menangis, teriaklah Stephani…

bacakan sebuah distikhon, gurindam ,soneta atau apa saja yang setidaknya .dapat mengurangi goresan luka hatimu, ataupun untuk sebuah graffiti yang kau goretkan ditembok rumah tetanggamu

 

 

Hey gadis nyanyikan!

 

Stephani gadis baik

Stephani gadis pintar

Stephani orangnya tegar

Stephani tidak pernah menyakiti perasaan orang lain “

 

Na..na..na na..na..na…. na….na…na…

 

Dan tunggu! jangan bersuara … bila kau bersabar kau akan mendengar jawaban sayup… sayup… makin lama makin nyaring …membisikimu dari tempat yang jauh, jauuuuuuh sekali

………….. suara yang Memaknai setiap catatan kecil dalam hidupmu

 

 

Bila malam kau menengadah kelangit, jangan lupa ucapkan keinginanmu

siapa tahu ada bintang baik hati yang mendengar keluhanmu….

 

 

 

Isa MARCH ‘2002

 

HARI – HARI SEORANG PARANOID

 

Isa Jatinegara

 

 

 

Hujan pagi ini tidak mengubah suatu apapun

Yang ada hanyalah guyuran air yang membasahi tubuh ini

Nampaknya..

rasi bintang masih belum berpihak sayang!

Dan rasa – rasanya badut badut itu seperti terus

menatapku…..

Menertawakanku, menanatangku berkelahi

 

 

Mmmh..Ada sesuatu yang berdenyut dikepalaku, rasanya sakit sekali

Merah aku rasakan hitam, biru aku artikan putih. Tak pernah aku bisa membedakan bahagia atau sedih

Bagiku semuanya sama ! sesuatu yang acak tak terdefinisikan hanya dapat aku rasakan saat ini dan belum tentu tujuh menit nanti

 

Melihat wanita aku sembunyi dibalik celana dalamku yang aku lipat di

kedalaman fikiranku, jauh dibawah nalar.. terasing dari dunia nyata

 

 

Mimpi – mimpi yang sama setiap malam

Berulang dan terus berulang…kenapa? katakan Tuhan!

 

 

 

 

 

 

 

Sementara roda nasib terus berputar

aku bergelut dalam kenisbian waktu

Berjalan diantara lalulalangnya manusia

Kupandangi mereka satu persatu

Ajaib!

mereka..mereka tertawa, saling tegur sapa

Mungkin itu yang menjadikan dunia ini terasa indah,

bukan begitu sayang?

 

Satu dari milyaran laki – laki,

jauh dari bintang yang berkelip dimalam hari

Sebuah dari beberapa..

Milyaran tahun cahaya dari singgasana Tuhan,

catatlah aku sebagai seorang

……paranoid!

 

 

 

 

 

 

puisi

puisi puisi

puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi

puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi puisi

kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong

kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong

kosong kosong kosong kosong kosong kosong kosong

kosong kosong kosong kosong kosong kosong

kosong kosong kosong kosong kosong

kosong kosong kosong kosong

kosong kosong kosong

kosong kosong

kosong

 

 

POP

 

 

JIWA!

TUBUH……

EALAAAAAA JIWA!

TUBUH…..

 

FREUD?..TIDAK!, BEHAVIOURISME?..TIDAK!, KOGNITIF?..TIDAK!..TIDAK!..TIDAK!

 

ISLAM LA..LA.LA, EMM…SEKULER!..KIRI! CA..CA..CA

 

PAKAI OTAK SEDIKIT SOCRATES!

MENURUTMU AKANKAH HUKUM TUHAN BERLAKU DINEGRI INI?

BAGAIMANA BISA?…NON SENSE ITU SIHIR!..KIBUL

SEMENTARA MASIH BANYAK PENYAMUN, DAN ATHENA KITA YANG INDAH INI MASIH SAKIT MENJERIT..RIT DIKEBIRI

 

DEMI ZEUS!

PECUNDANG KAU SOCRATES!

KAU HANYA MAMPU TAWARKAN IDE IDE TOLOLMU, TERLALU BANYAK BICARA.

TIDAK..TIDAK..HARUS ADA KERINGAT YANG MENETES TEMANKU

 

SEDIKIT CERDAS, BANGUN DULU PEREKONOMIAN PERKUAT EKONOMI RAKYAT KECIL KARENA HANYA DENGAN UANG KITA MAMPU BAYAR DOKTER, GIZI ANAK CUCU KITA TERCUKUPI.

KARENA DENGAN UANG KITA DAPAT MEMBELI BUKU.

SENI,BUDAYA IPTEK BERKEMBANG PESAT. DAN TAKAN ADA AIRMATA KEBODOHAN TAK ADA KEJAHATAN!……..

 

 

KERA!

MANUSIA…

ELEU, KERA!

HOMOSAPIEN…

 

 

 

154 Jatinegara End of March’2002

 

 

 

Bukan aku

 

 

Ini bukan tubuhku yang dulu.

Ini bukan pikiranku yang dulu.

Ini bukan wajahku yang dulu.

Ini bukan jiwaku yang dulu.

Aku remuk tak berbentuk.

Aku adalah mayat hidup.

 

 

Sept’2005

 

 

Doa Malam

 

 

Doa malam

Kutebar bunga

Kubakar dupa

Tarian sunyi

Kubunuh sepi

 

 

 

Saat puisi tak tercipta

Saat lagu tak terdengar

Tarian tak terbentuk

Maka aku hanya diam

Menunggu apa selanjutnya

 

Aku bukan kehidupan aku bukan kematian

Aku bukan siang tak pula malam

Timur bukan kiblatku pun barat

Kanan kiri tiada beda

Panas dingin tak merubah apapun

Aku bukan kau dan kau bukan aku

Aku adalah kosong

 

 

 

Kupu-kupu

 

Isa Jatinegara

 

 

bunga bunga bunga bunga

bunga bunga bunga bunga bunga

bunga bunga bunga bunga bunga bunga bunga

bunga

 

Indah bunga satu tone dengan kupu-kupu yang terbang di hutan

 

Kupu kupu kupu kupu

kupu kupu kupu kupu kupu kupu

kupu kupu kupu kupu kupu kupu kupu kupu

kupu kupu

 

Tapi kupu-kupuku sekarang

Bukan kupu-kupu yang kupu-kupu

Karena kupu-kupuku yang kupu-kupu sudah mati

Dipaksa atau terpaksa mati

Dihancurkan oleh kekuatan sang penguasa

Yang berkuasa atas teknologi

Yang berkuasa atas kata-kata

dengan dalih pembangunan

Pembangunan apa?

 

Rumah kupu-kupu itu di-buldoser

Rata dengan tanah

Habitat mereka musnah

Ekologi rusak

Satu lagi ketidakadilan

Satu lagi spesies dari kerajaan insect musnah

Digantikan dengan beton

 

Sebeton beton-nya beton

Beton juga menangis

Seperti anak kecil

Seperti sepasang kekasih yang baru putus

Banjir..

Karena tangisan beton

Karena beton tidak bisa berteman dengan air

Tidak seperti tanah

Yang bersahabat meresapkan air lewat celah, kerikil

Menjadi berkah kehidupan di sekitarnya

 

Beton

Malapetaka

Bencana

Wabah

Penderitaan

Kematian..

 

mati mati mati mati

mati mati mati mati mati mati

mati matimati mati mati mati mati mati

mati

 

 

Mmmh.. mati,

Lagi-lagi mati

Lagi-lagi air mata

Lumayan..

Headline,

berita untuk para wartawan

 

Kupu-kupuku sekarang

Adalah kupu-kupu artifisial

Yang dibuat oleh teknologi penguasa

Sebagai bahan pelajaran sejarah dan biologi yang diajarkan disekolah-sekolah

 

Ssst! Jangan bilang pada anak-anak

ini kupu-kupu robot

Rekayasa..

Penguasa!

 

***

 

 

 

 

teman..

 

disuatu waktu kita akan bertemu dipersimpangan

dimana masing-masing dari kita akan berteriak memanggil satu sama lain

‘kawan’

 

ada satu saat dimana kita akan bertemu dalam rasa takjub

saat dari kita membanggakan yang lainnya dengan penuh rasa haru

saat itu dimana mata kita akan beradu pandang, dan ingin mengatakan sesuatu

namun tak ada yang keluar,

terlalu muskil untuk merangkum berjuta hari dalam detik yang singkat

‘apa kabar’ dipilih untuk membuka narasi

seperti intro dalam sebuah lagu, atau scene pembuka dalam sebuah film

 

 

 

 

 

 

 

Desember’2006

 

 


Anthology 1

October 1, 2007

 

AKU LETAKAN KEIMANANKU HARI INI

 

 

 

 

 

Aku letakan keimananku hari ini

Untuk sebuah keyakinan akan kebenaran

Akan aku tanggalkan semua pakaian warisan Muhammad

Menjadi manusia di titik nol

 

Jangan larang aku untuk mendapatkan sebuah keyakinan

Jangan kau paksa aku untuk meyakini keyakinanmu yang tak beralasan

Jangan kau bicarakan bahwa Tuhan itu ada sedang kau tak pernah meyakini dengan cara yang benar

Teman…keyakinan itu berasal dari ilmu yang benar dan bukti

Apakah Al-furqan kau anggap benar?…Injil…..Zen dan kaum penyembah matahari?

 

Izinkan aku lewati hari ini dengan seribu satu macam pertanyaan

Sampai…. aku menemukan jawaban dari semua pertanyaan itu

 

Aku hanya ingin mengetahu siapa yang menjagaku jika aku tertidur

Siapa yang menyembuhkanku jika aku sakit

Siapa yang memberiku makan jika aku lapar

Siapa yang menghiburku jika aku bersedih

 

Kini, hanya satu identitasku yang aku simpan dalam fikiranku

Ritualku apa yang aku lihat dan teraba oleh jari lentikku

Ritualku hanyalah membuktikan kebenaran dari risalah Muhammad

Ritualku adalah napak tilas dari pencarian Ibrahim yang tidak menyukai sesuatu yang tenggelam

 

Suatu hari nanti pasti aku akan mengatakan “eureka!”

Dan pada saat itu, akan terlihat kotoran dari air sungai yang keruh

Pada saat itu aku akan menjadi cahaya

Cahaya yang menerangi gelapnya jiwa

Dan tak ada doktrin Atau isme – isme manapun yang mampu membiaskan dian yang menyala itu

 

Maafkan bunda, aku letakan keimananku hari ini……………………

 

 

 

 

ISA OCT’2001

 

 

 

Yang mekar di kerumunan bangkai

Kepada yang indah. Harum, dan mekar yang tak boleh ku petik

 

Yang mekar dikerumunan bangkai

kau tak ku undang!

Tanpa norma sebut nama dengan menotok meridian jantungku

Kau kira jantungku ini kosmik! sanggup memanggul namamu seakan asteroid laiknya

 

Yang harum di waktu yang tak terduga

Menjadi garis luka pada lukisan abstrak sang seniman

Menjadi syair doa yang kehilangan kiblatnya

Menjadi do-re-mi yang tak berbunyi

Menjadi harapan akan penantian Yang indah Yang harum Yang mekar yang tak boleh kupetik

 

Yang mekar selalu saja membunuhku

Pada air pada api pada tanah pada angin pada besi pada bumi yang kupijak

Ini tanah rakyat! bukan milik simbahmu

Pergi kataku..

Tapi kau tak mendengar tak bisa tak pernah!

 

Aku laki-laki dengan belati terhunus

Coba bunuh rasa ini bersama Yang indah Yang harum Yang mekar, di saat jiwa merindukan jalan pulang

 

 

 

Puisi Yang Luka

 

 

Berikutnya, lalu siapa?

besok ? lusa ? siapa?

seribu wajah datang dan pergi

Menyisakan seribu kenangan menyaru

 

seandainya aku dapat membalik waktu

ingin rasanya aku rangkul mereka, sebentar saja, sebentar saja!

 

dan setiap malam aku putar mesin mimpiku, bermain bersama mereka wajah – wajah yang aku sayangi

hingga esok pagi aku terbangun dengan linangan air mata..

 

 

Djakarta

 

 

Semua bermimpi tentang Jakarta

Ya Jakarta

Semua bermimpi tentangmu

 

Ya engkau tempat orangku menggadai mimpi

Menjadi saudagar, aktor, seperti di televisi

 

Seperti tetanggaku Susi

Yang menggadai mimpi

Menapaki jalan menujumu Jakarta

Bukan menjadi aktor

Menjadi lonte katanya itu sudah cukup

Ya lonte, ya Jakarta siapa mengggadai mimpi?

 

CINTA

 

 

Di malam yang dingin aku berdoa

 

Cinta, cinta..

Datanglah kepadaku

Seperti cinta ibu-bapakku waktuku masih orok

 

Datanglah ..

 

Selembut wajah ibuku

Seajaib mainan kecilku

Sedamai tidur kecilku

Sehangat rumah kecilku

Sesederhana ayahku

 

Cinta, cinta..

Datang lah kepadaku..

 

 

Isa August’2004

 

 

 

 

Semedi di Bimasakti

 

 

 

Kubiarkan samudera anganku mengering

Dan biarkan ia membeku oleh dinginnya alam raya

Dalam kehampaan angkasa luar

Sejenak,

Dalam gulungan andromeda dan gugusan laksa bintang

 

Biarkan sunyi yang mengundang ramai

Ia kan datang menggedor-gedor dinding kepala kita

Memecah sunyi melancarkan jalan menuju kebenaran

Menuju pencapaian materi

Mewujud abstraksi

 

Bila tiba waktunya

Kebenaran kan datang jua

Menjadi pohon, matahari, banteng besi, tukang sihir atau kata-kata

yang menghiasi dunia

Memenuhi ruang putih anak-anak kecil

Meriuhi dimensi manusia-manusia dewasa

Dalam sebuah karya yang tercipta untuk dunia

Dari sebuah ruang kecil yang terpenjara

Dalam matriks otak manusia

Yang dalam, hening dan sunyi

Seperti,

Jagatraya

 

 

Isa Nov’2004

 

 

Metaphor Sunyi

Oleh Isa Jatinegara

 

 

Hati yang sunyi membawaku pada sebuah konser

 

Coba rubah nasib dengan spekulasi, pada tiket

seharga..

5000!

 

Siapa tahu..Ku coba saja, tak ada salahnya

Paling spektakuler hal terburuk yang menimpaku adalah mati

Mati..? aku rasa itu lebih baik

 

Pandanganku kosong menatap titik kecil di depan

Diantara berderet kursi

Saat itu..

Aku lihat kau!

Pada sorot lampu

Hanya melihat..

Tak ada apa-apa!

 

Lama ku memperhatikanmu

Kubiarkan kau berbuat semaumu

Terserah..

Hingga..

Saat seorang pria mendekatimu

Pegangmu

Mmmh… memang siapa dia!

Kau izinkan dia berbuat semaunya

Kau..

Miliknya kah?

Aku iri pada sang maestro yang bisa bebas menyentuhmu!

 

 

Saat riuh tepuk penonton menggelombang

Kau hanya diam

Aku pun diam

 

Terhanyut

Daya gaib suaramu

Bikin hati entropy

Tak karuan

Hitam

Manis

Dirimu

Uuuh!

 

 

Bilakah aku bisa menyentuhmu..

Bermain denganmu?

 

Aku yakin

Ada satu kesempatan untukku

Entah dimana

Dalam anganku

Aku duduk dekatmu

Pandangi kamu

Sentuh kamu

Kamu terangsang

Aku makin gila

Aku dan kamu

Pada sebuah konser!

Seperti malam dulu

Saat pertama lihatmu

Didepan..

Menggantikan sang maestro

 

Hey..

Aku jatuh cinta..

Pada sebuah..

Piano?